sajak sajak Toeti heraty
Sunday, August 17th, 2008SELESAI
suatu saat toh mesti di tinggalkan
dunia yang itu-itu juga
– api petualangan cinta telah pudar –
bayang bayang dalam mimpi, senyum
tanpa penyesalan kini
beberapa peristiwa tinggalkan
asap urai ditelan awan
beberapa nama, beberapa ranjang
bebrapa tinta mengalir dan terbuang
– mengapa tidak ?! –
menyeka debu dari buku, menemukan
coretan yang hampir musna
jadi permainan yang hilang ketegangannya
dunia ini nyata, suatu penemuan !
dunia ini nyata, suatu keheranan !
keheranan dan penemuan jelmakan
benda-benda mesra
bola yang usang dan beruang tercinta
sepatu merah yang telah lepas-lepas
kulitnya,
dunia ini nyata
sebentar lagi anak-anaki pulang
dari pesta
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sajak-sajak 33
halaman 29
diterbitkan oleh Budaja Djaya, 1974
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sebagai pria, melihat sajak ini.., jujur saja miris.
betapakah sejauh itu liberasisasi (akhir dari penelaahan sajak ini) peradaban wanita dirasukkan..?
smuga’smuga,smuga.
purnama sudah terang menyinar…
purnama sudah tak menertawakan laq…, tapi dengan ini..?
pakah dunia yang terbagi menjadi 3 bagian bisa menerima..?
entahlah…, dengan dunia kecil dan dunia besar….
smuga’smuga,smuga.
Merdeka’
Merdeka’
Merdeka.
otistaraya, 170820082032.
In-partibus Infidelium,
rdb