se-patah langkah di wana.

selangkah lagi
…. penetrasi lintang timur harus ditekankan dengan sedikit paralax pada purnama.
smuga’smuga,smuga.
damaikan dahana besama sang agni.

laku-akan urai sengketa jiwa di rana.
di rana,
…………. tanpa redam rejam lagi yang lampau lalu.
se-perlu daun luruh….
tanpa ungguh purnama meniru lagumu.

demi..
demi’
dan demi sepucuk daun
meluruh

……untuk sang jaya mahawiwa nawa aksara sang amurwa bhumi
demi daun meluruh karya riuh angin menyipu.

otistaraya,290320092105
amar samid namidub

Leave a Reply