…..

beberapa jam saja.

sebelumnya, keji langkah  lima tahun menutuk ampak ampak hanya dapat ditutupi dengan langkah bodoh laki laki idiot.

meniadakan kasih menampik pun dengan balas bukannya belas menuntut.

sepanjang 36 purnama  dipajangkan sayatan peyyyih irisan gemuruh kemenangan di hari fitri sendiri. sendirian. dengan sepintas niatan lompatan kalam di sajikan.

sebelumnya, setiap pola memikirku kata tindak sebandingkan nada hasrat sosio kultur di suguh nikmatkan. demi detak kehendak titik terang darah aliran nyata waris diperlihatkan. pembebanan sepihak luncur lalu pendaman detak kehendak membuncah tak menepat

dalam liar kebutaan.

sebelumnya, aku bahagia dalam rerimbunan daun kamboja dan daun waru disamping.

disamping rumahku. rumah masa depanku.

menatapku hanyalah perimbangan warna biru sebatas lutut yang ditutup. aku bahagia, meminum cengkir manis di atas tangkal buahnya.

sebahagia riapan gurameh melongok angkasa.

beberapa jam saja,

pemusanahan nampak jelas merah serakan ditatap dengan linangan.

langkah luruh ruh menaruh haru membiru langitmu.

tau aku salah memuja.., diperlukan tidaknya menanyakan tepat dahi dibentur menyusur kalbu dengan sungkup memicu.

entahlah

beberapa jam laq, kurepuh identitas lalu peram cakap menata.

beebeeeeerapa jam laq, keinginan pijak tetap hilangkan nomad dinyatakan. beeeeeeeeeeeebeeeeeeeerapa jam laq. entah berapa itu.

pastikan aku masih bisa merindu.

Amar Samid Namidub.